Rokat Tase', Tradisi Tahunan Petik Laut di Desa Pasongsongan

Sesajen untuk Rokat Tase'
(Sumber foto: Pondok Berita/ KKN 63)

Pondok Berita, Sumenep - Kuliah Kerja Nyata (KKN) 63 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadiri acara Petik Laut yang biasanya disebut Rokat Tase’ oleh masyarakat nelayan di Desa Pasongsongan yang bertempat di Pelabuhan Pasongsongan, memang menjadi agenda tahunan di Pelabuhan Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu ( 17/07/2019 ).

Acara Petik Laut atau Rokat Tase’ tersebut diadakan dengan kebiasaan mengungkapkan rasa syukur warga kepada sang Pencipta atau Tuhan. Bukan hanya menyampaikan rasa syukur atas rezeki melimpah, terdapat ritual khusus menjauhkan malapetaka ( tolak bala ) dengan melarung sesajen di tengah laut.

Tradisi Petik Laut yang merupakan tradisi warisan nenek moyang itu biasa digelar setiap tahun oleh nelayan di Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Dengan cara itulah , masyarakat khususnya nelayan, bisa mensyukuri nikmat berupa rezeki yang diberikan Tuhan dalam kurun waktu satu tahun.

“Ini bentuk rasa syukur para nelayan terhadap rezeki yang melimpah dari hasil laut, jadi yang ikut melarung sesajen bukan hanya nelayan juga ikut ke tengah laut” Ujar Homaidi salah seorang warga di Desa Pasongsongan, Kecamatan Bluto.

Petik laut yang biasanya disebut Rokat Tase’  ini sangat meriah sekali, karena tidak hanya masyarakat nelayan Pasongsongan saja yang menghadiri dan menikmati acara tersebut, melainkan masyarakat nelayan tetangga dan Masyarakat Kabupaten lain juga hadir dalam acara tersebut.

0 Response to " Rokat Tase', Tradisi Tahunan Petik Laut di Desa Pasongsongan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel